Aktualisasi “NATION BRANDING” Di Asian Games 2018

Ada pepatah yang mengatakan bahwa hidup di surga itu seperti memiliki mobil buatan jerman, bergaji standar Amerika, menikmati makanan China, dan memiliki pasangan hidup dari Indonesia. Pepatah tersebut tidak berlebihan, karena semua berasal dari satu hal, yaitu Nation Branding. Jerman unggul dalam bidang otomotif dengan BMW dan Mercedez-nya, Amerika unggul dengan standar gaji yang tinggi, China terkenal dengan masakannya yang enak dan sehat, dan Indonesia dipuji karena keramah-tamahannya penduduknya. Itulah representatif dari Nation Branding.

Nation Branding pun bukanlah hal baru. Setelah 1945, runtuhnya kerajaan kolonial besar Eropa menciptakan gelombang baru bangsa. Banyak negara melakukan reBranding. Ceylon menjadi Sri Lanka, Gold Coast menjadi Ghana, Rhodesia Selatan menjadi Zimbabwe. Negara kita pun melakukan reBranding, Hindia Belanda berubah menjadi Indonesia. Ibukotanya Batavia berganti nama menjadi Jakarta.

Berbicara tentang Nation Branding, mari kita selaraskan dengan event besar Asian Games 2018. Semarak Asian Games ke-18 sudah tersebar ke seluruh penjuru Nusantara. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games untuk kedua kalinya setelah Asian Games ke-4 yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962 silam. Event berskala regional Asia ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018 di dua kota Besar, Yaitu Jakarta dan Palembang, serta 2 kota pendukung yang tersebar di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir menyatakan bahwa jumlah atlet yang akan berpartisipasi dalam Asian Games 2018 mencapai 11.000 orang. Jika ditambah dengan ofisial, jumlah tersebut bisa mencapai total sekitar 16 ribu orang. jelas event ini merupakan peluang yang sangat potensial untuk melakukan Nation Branding dan kampanye pemasaran.

Dari sisi Branding yang dilakukan sudah mumpuni baik dari segi simbol, slogan, dan konten. INASGOC menturutserkan penyanyi untuk berbagai kalangan. Francis Wanandi, Deputy II INASGOC, menjelaskan ada 13 lagu dalam album Energy of Asia. Lagu-lagu itu dibawakan oleh 12 penyanyi dan 1 lagu kolaborasi 18 penyanyi. Jika kita berhasil menjadi tuan rumah yang baik, Kesuksesan akan berdampak terhadap semua hal yang berkaitan dengan Indonesia. Sinergi koordinasi antara pemerintah dan promosi industri pariwisata sangat penting untuk memproyeksikan program secara nasional dan regional (Jakarta & Palembang) yang dapat mengontekstualisasikan serta menekankan kualitas dan diferensiasi yang kita miliki.

Setelah mengeksplorasi beberapa pesan pemasaran Asian Games 2018, saya menyimpulkan bahwa pesan yang ingin disampaikan adalah Indonesia sebuah negara yang kaya akan budaya, keindahan alam, keramah-tamahan, dan persatuan dalam perbedaan. Ya, jika merujuk pada analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), kekuatan Indonesia ada di 4 komponen tersebut. Memang kita harus jeli melihat keunggulan yang kompetitif. Seperti hal-nya Singapura, mereka tidak memiliki sumber daya alam, dan ukuran fisiknya hanya sekitar 680 kilometer persegi, namun Pariwisata merupakan salah satu penghasil devisa terbesar negara itu. Mereka sadar bahwa kekuatan mereka ada di sektor investasi.

Terlepas dari Nation Branding, event ini pun sangat potensial untuk meningkatkan Brand suatu produk. Terlihat dari beberapa Brand besar sudah melakukan kampanye dengan menjadi sponsor resmi dan mengkampanyekan kegiatan untuk mensupport Asian Games ini. Danone melalui produk Aqua meluncurkan enam kemasan dengan tema khusus Asian Games. Samsung, selain mengirimkan Duta Samsung untuk turut membawa Obor Asian games di beberapa kota, juga membuat commercial video berjudul Capture The Energy of Asian Games 2018 with Galaxy Team. Grab Indonesia menjadi official mobile platform partner untuk transportasi dan pengantaran makanan Asian Games 2018, Grab akan melayani kebutuhan transportasi lebih dari 15.000 atlet, anggota kontingen, dan ratusan ribu pengunjung termasuk turis baik lokal maupun mancanegara di Jakarta dan Palembang. Dengan menjadi Sponsor, maka Brand akan memiliki kesempatan tampil di ajang bergengsi ini. Brand yang tidak berpartisipasi menjadi sponsor pun harus berhati-hati agar tidak terjerumus dalam Ambush Marketing, yaitu sebuah perusahaan atau produk berusaha untuk mengasosiasikan dirinya dengan peristiwa olahraga atau atlet terkenal tanpa menjadi sponsor resmi.

Strategi pemilihan media dalam kampanye Nation Branding pun harus berubah di zaman digitalisasi ini. Jika dahulu Nation Branding masih mengandalkan media cetak seperti brosur, billboard, dan sebagainya. Sekarang pemilihan media kampanye harus lebih ditekankan ke media Digital seperti SEO, SEM, atau fasilitas iklan berbayar yang ditawarkan media sosial seperti Facebook, Instagram, Waze, dan sebagainya.

Selandia Baru sukses melakukan gebrakkan Nation Branding berkat film Lord of the Ring, Kolombia sukses memasarkan merek kopinya “The Café de Colombia” dengan menjadi sponsor pada turnamen tenis AS Terbuka di Flushing Meadows tahun 1995 selama 2 minggu penuh. Australia berhasil menghasilkan miliaran pendapatan devisa tambahan berkat Olimpiade Sydney 2000. Dan kini, Indonesia siap bertambah sukses dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

—————————————————————————————————-

Artikel pernah dimuat di Infobrand.id – Aktualisasi “NATION BRANDING” Di Asian Games 2018

~ oleh fairuzabadizef pada Agustus 26, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: