Ada yang mau membeli barang semahal itu??? Teori Abraham Maslow menjawabnya

Ada yang mau membeli barang semahal itu???

Kalimat diatas seringkali kita dengar dari beberapa orang terhadap barang yang sangat mahal. tentunya akan berbahaya jika diucapkan bagi seorang sales yang akan menjual barang tersebut karena berarti menunjukkan kelemahannya sebagai sales.

Jika anda adalah seorang sales manager yang ditunjuk oleh sebuah perusahaan sepatu atau tas ternama yang baru saja ekspansi ke Indonesia. Harga barang-barang yang dijualnya 15 kali lipat daripada harga brand lain pada umumnya, Apakah anda akan berpikir bahwa sulit bersaing dengan brand yang sudah existing dan lebih murah??

Jawabannya adalah YA dan TIDAK

Jawabannya YA karena…

Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow dapat menjelaskan hal diatas.Teori Hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow membagi kebutuhan dalam lima tingkatan, yaitu :

Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan paling dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Kebutuhan-kebutuhan itu seperti kebutuhan akan makanan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur dan oksigen

Kebutuhan Akan Rasa Aman

Setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah apa yang disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam. Kebutuhan akan rasa aman berbeda dari kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi secara total. Manusia tidak pernah dapat dilindungi sepenuhnya dari ancaman-ancaman meteor, kebakaran, banjir atau perilaku berbahaya orang lain.

Kebutuhan Akan Rasa Memiliki Dan Kasih Sayang

Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta.

Kebutuhan Akan Penghargaan

Setelah kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, manusia akan bebas untuk mengejar kebutuhan akan penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih tinggi. Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian,reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi. Kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan. Sekali manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow.

Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Tingkatan terakhir dari kebutuhan dasar Maslow adalah aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Maslow melukiskan kebutuhan ini sebagai hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya. Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan untuk aktualisasi diri langsung muncul setelah kebutuhan untuk dihargai terpenuhi.

Jadi, barang ternama dengan harga yang sangat mahal mempunyai pangsa pasar sendiri, yaitu kelompok mapan yang sudah pada tahap memenuhi aktualisasi diri.

Jawabannya TIDAK jika….

Jika sales dan marketingnya tidak melakukan 5W+1H yang tepat terhadap barang high-end tersebut. Misalnya, Jika menjual barang High-end namun memilih showroom penjualan di Mall kelas menengah, maka akan susah laku, sebaiknya pilih di Mall dengan kelas High-end juga.

Iklan

~ oleh fairuzabadizef pada Agustus 16, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: